Archive for May, 2006

Kita bahagia bila….

Saturday, May 13th, 2006

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.
Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.
Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,
tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,
tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik,
selalu berusaha meraih lebih,
dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan,
karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.
Memilih teman dan mencari-cari,
padahal di depan mata ada teman yang sejati.
Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah,
ingin dirinya yang paling diperhatikan,
paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian,   selalu
dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan,
hebat dan no. satu dalam satu hal,
belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri,
jikalau berharap dari orang lain,
siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya,
mencintai dan menghargai diri sendiri,
mau mencintai orang lain,
dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya,
bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita,
tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa
yang kita
butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna

Saturday, May 13th, 2006

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita
berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita
bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan,
itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun
adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan
segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika
kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu
adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang
lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada
kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita
lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film
yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap
bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa
bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang
diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan
pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya,
atau tidak… Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi
mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang
harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang
yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang
tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Cinta Itu Seperti Menunggu Bis Saja

Saturday, May 13th, 2006

Sebuah bis datang, dan kau bilang, "Wah…terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya
dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini…
nggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

"Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu
bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak
sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama,
kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut
jurusannya bukan yang kau tuju!

Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..

Moral dari cerita ini, sering kali seseorang
menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan
hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.
Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai
keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk
‘calon’, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang
berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang
kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi
kau masih bisa berteriak ‘Kiri !’ dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di
depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus
jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini
tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar
menemukan bis yang kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan
tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk
menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau
masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu
berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan
bagi dia.

Bis seperti apa yang kau tunggu?