Archive for October, 2006

Kelalaian Yang Menipu

Thursday, October 12th, 2006

"Telah dekat kepada manusia hari
perhitungan segala amal mereka, sedang mereka ada dalam kelalaian lagi
berpaling (daripadanya)." (QS. Al-Anbiya’ : 1).
Orang yang
memperhatikan keadaan manusia pada zaman sekarang ini akan dapat
melihat betapa tepatnya ayat ini dengan kenyataan yang ada. Mereka
berpaling dari minhaj Allah serta lalai dari urusan akhirat dan tujuan
mereka diciptakan. Mereka merasa seolah-olah tidak diciptakan untuk
beribadah, melainkan untuk bersenang-senang mengikuti hawa nafsunya.
Mereka berfikir tentang dunia, mereka mencintai karena dunia, dan
meraka bekerja demi dunia. Mereka saling bersaing, bermusuhan bahkan
saling membunuh hanya karena dunia.

Itu semua telah
menyebabkan mereka meremehkan dan mengabaikan perintah-perintah
Rabbnya. Bahkan sebagian mereka ada yang sudah berencana untuk
meninggalkan shalat atau menunda hingga akhir waktu karena ada urusan
pekerjaan atau menyaksikan pertandingan, atau karena janji dan lain
sebagainya. Segala sesuatu dalam hidup ini memiliki porsi di hati
mereka. Pekerjaan, perdagangan, olahraga, perjalanan, film-film,
sinetron, lagu dan musik, makan, minum, tidur, dan semuanya memiliki
tempat tersendiri dalam hatinya kecuali Al-Qur’an dan perintah-perintah
agama.

Engkau lihat bahwa salah seorang dari mereka begitu
cerdas dan pandai dalam perkara dunia, akan tetapi si cerdas yang
"miskin" ini tidak dapat mengambil manfaat dari kepandaian dan
kecerdasannya itu pada perkara yang bermanfaat baginya di akhirat
kelak. Kepandaiannya tidak menuntunnya menuju jalan hidayah dan
istiqamah di atas agama Allah yang padahal di sanalah dia akan
mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sungguh inilah bentuk
terhalangnya seseorang dari merasakan kebahagian hakiki.

Mereka
sibuk mengurusi kenyamanan dan kebahagian fisik mereka di dunia yang
fana dan mereka mengabaikan kebahagiaan dan kenyamanan di akhirat yang
kekal selamanya. Betapa semangatnya mereka mengejar harta. Betapa
seriusnya mereka dalam bekerja. Dan betapa telatennya mereka
memperhatikan kesehatan tubuhnya. Akan tetapi, mempelajari urusan
agama, memahami, mengamalkan, dan berpedoman padanya adalah perkara
yang paling akhir yang dipikirkannya. Itu pun kalau mereka masih punya
sisa waktu dari kesibukannya mengejar dunia.

Waktu mereka
habis tanpa faidah. Bahkan mayoritasnya dihabiskan pada hal yang
diharamkan dan melanggar yang diwajibkan. Mereka melakukannya dengan
dalih mencari kesenangan dan kebahagiaan. Padahal apa yang mereka
lakukan ini sama sekali tidak akan mengantarkan melainkan kepada
kesengsaraan. Sadar atau tidakkah mereka itu dengan firman Allah SWT :
"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada
hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha : 124).

Jangan Berlebihan

Friday, October 6th, 2006

Hidup ini hanya ujian

Jangan kau bangga pada saat menaklukannya

Dan jangan kau berduka pada saat luput dari tanganmu

Lepaskan beban yang tak sanggup kau memikulnya

Dan biarkan Allah yang menyelesaikan segalanya

Kemarin kau menangis karena masalah menghimpitmu

Namun kini kau mampu tertawa karena terbebas

Hari ini kau bangga menaklukan dunia

Bukan tidak mungkin esok kau berduka karena duniamu terlepas

Bisa jadi hari ini kau tepat mengambil keputusan

Tapi mungkin esok kau salah dalam memutuskan

Saat ini kau benci sesuatu yang menyakitkan

Bisa jadi itu sesuatu yang sangat kau butuhkan

Saat ini kau mencintai sesuatu yang menyenangkan

Bisa jadi itu suatu awal yang menghancurkan

Tertawalah secukupnya karena tawa itu mematikan hati
Bersedihlah secukupnya karena sedih itu melumpuhkan kehidupan

Janganlah berlebih dalam tawa dan kesedihan

Karena diantara keduanya ada ujian dariNya

Kemarin kau dalam masalah dan esoknya Allah membuka jalan
Dan bukan tidak mungkin saat ini pun kau dalam masalah

Maka biarkan Allah yang menyelesaikan segalanya

Dia tidak meminta tanggung jawab diluar kemampuan kita dalam berikhtiar

Keindahan Yang Sempurna

Thursday, October 5th, 2006

Bunga takkan indah tanpa kelopak
Malam takkan indah tanpa rembulan
Siang takkan bermakna tanpa matahari
Laut takkan indah tanpa gelombang
Hidup takkan indah tanpa cinta

Cinta telah memperindah dunia
Dan cintaku takkan indah tanpa cintaNYA
Mahaagung sang pencipta cinta
Kini karena cintaNYA
Aku pun mengerti artinya cinta

Begitu indahnya memiliki rasa cinta
Begitu indahnya hidup penuh cinta
Cinta membawa kedamaian di hati
Menyejukkan jiwa
Dan membuat hidup lebih bermakna
Itu semua karena cinta

Cinta telah membawaku padanya
Cinta telah mengikis perbedaan
Dengan cinta aku mengenalnya
Karena cinta aku menyayanginya
Cintaku begitu tulus padanya

Aku ingin hidup bersamanya
Dengan hati yang dipenuhi rasa cinta
Aku ingin membina rumah tangga dengannya
Memadu cinta kami berdua
Mengarungi bahtera hidup di dunia
Dan kelak sampai akhirat

Kini karena cintaNYA
Keindahan menjadi sempurna
Hati yang terpisah semoga cepat bersatu
Cinta yang semu semoga jadi nyata
Berpadu oleh ikrar suci nan syahdu