Dua Sisi Sifat Manusia
Seorang anak bertanya kepada
ayahnya mengapa dulu dia mudah sekali tersinggung, gampang marah, tidak
tenang, dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang lain. Dia ingin
tahu cara mengubah perangainya…
Sang ayah berkata, "Dalam
diri manusia ada dua ‘Penjaga’. Penjaga putih dan Penjaga hitam.
Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya
prasangka buruk. Sedang Penjaga putih selalu berpikiran positif, baik
hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua penjaga ini selalu
berkelahi dalam hati manusia."
"Lalu siapakah yang menang?" tanya si anak.
"Yang
menang adalah yang setiap hari kau beri makan," kata sang ayah. "Sebuah
contoh, saat ujian tiba, penjaga putih akan menyuruh kamu belajar
dengan tekun tetapi sebaliknya penjaga hitam akan menyuruh kamu untuk
menyontek teman sebelah kamu." lanjut sang ayah.
Anak tersebut mengangguk-angguk mendengarkan nasehat ayahnya.
***
Diri
kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita akan menjadi seperti apa yang
kita pikirkan tentang diri kita. Mengapa pikiran itu begitu besar
pengaruhnya? Ternyata pikiran-pikiran yang kita masukkan dalam diri
kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, perilaku akan
membentuk sifat, sifat akan membentuk kebiasaan dan kebiasaanlah yang
akan menentukan nasib kita.
Memang nasib manusia berada dan
ditentukan oleh Allah SWT, tetapi manusia juga mempunyai pilihan untuk
menentukan nasibnya sebelum hal itu terjadi. Karena Allah SWT tidak
akan merubah nasib umat-Nya kalau manusia itu sendiri tidak mau
merubahnya.
Jadi mulai saat ini masukkanlah pikiran-pikiran
positif yang bermanfaat dalam diri kita, buanglah jauh-jauh rasa iri
hati, dendam, benci dan pikiran negatif lainnya yang bisa merugikan
kita. Janganlah kita memberi makan kepada "penjaga hitam" yang ada
dalam diri kita.