Aku Malu, Ya Allah!

Sahabatku…, mungkin kenistaan
diri membuat kita malu untuk datang kepada Allah SWT. Usah kau malu!
Sedangkan malu terhadap Allah Azza wa Jalla itupun adalah hal yang amat
berharga bagimu. Seperti gelar haji yang membuat penyandangnya selalu
menjaga perilaku karena malu, maka taubat yang pernah kau jalankan pun
akan membawamu merasa malu. Sehingga rasa malu selalu menjadi tameng
dirimu untuk tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat.

Dalam
sebuah hadits riwayat imam Bukhari, Rasulullah SAW mengisahkan bahwa
dulu pernah ada ada seorang ayah yang dikarunia Allah SWT harta yang
banyak. Saat ajal menjelang, ia kumpulkan semua anaknya dan ia
berwasiat kepada mereka. Ia katakan, "Menurut kalian, Ayah yang
bagaimana aku ini?" Anak-anaknya menjawab bahwa dia adalah ayah yang
baik.

Terenyuh mendengarnya, ia pun menyadari bahwa dirinya
tidak pernah melakukan kebaikan sedikit pun. Lalu ia berpesan bila ia
telah mati nanti agar jasadnya dibakar, dan debunya ditebarkan pada
hari dimana angin bertiup kencang. Ia bersikap demikian karena ia malu
bila bertemu dengan Allah SWT, sementara dirinya nista, penuh dengan
dosa!

Lalu anak-anaknya menjalankan wasiat itu dengan baik.
Saat debu sang ayah mereka tebarkan pada angin yang bertiup kencang,
maka Allah SWT menghimpun kembali serpihan dari debu yang betebaran.
Serta-merta Allah SWT berfirman dan kembalilah jasad utuh seperti
semula. Kini sang hamba berdiri menggigil ketakutan.

Dalam
kepanikan yang dialaminya, Allah SWT bertanya kepadanya, "Mengapa kau
lakukan ini semua?!" Di hadapan keagungan Tuhan, sulit sekali lisan
berucap dan bibir tergerak. Satu kalimat yang meluncur dari lisannya.
"Aku takut padaMu, Tuhan… Aku malu padaMu!" Itu saja yang dapat ia
ucapkan. Ia berdiri merinding, menggigil, dan terdiam ketakutan. Karena
hal itu, Allah SWT pun memasukkan sang hamba ke dalam rahmatNya.
Subhanallah! Rasa malu atas dosa membuat Allah SWT memberi ampunan!

Ketahuilah
sahabatku…, dosa dan kesalahan membuat diri kita menjadi malu. Saat
mendefinisikan dosa, Rasulullah SAW mengatakan bahwa ia adalah sesuatu
yang membuat jiwamu gelisah, dan kau merasa malu bila ada orang yang
melihatnya! Demikianlah dosa. Dosa membuat manusia merasa malu.
Karenanya, tinggalkanlah!

Diriwayatkan dari Said bin Jubair dari
Ibnu Umar sebagai hadits marfu’, "Allah mendatangi orang mukmin pada
hari kiamat, Dia mendekatinya hingga membuat orang itu tertutup dari
pandangan semua makhlukNya. Lalu Allah berkata kepadanya, "Bacalah!"
Allah kemudian memberitahukan dosa-dosa orang itu, lalu berkata lagi,
"Tahukah kamu dosa ini? Tahukah kamu dosa itu?" Orang itu menjawab,
"Ya." Kemudian ia melihat kanan kirinya, Allah berkata lagi, "Tidak
perlu cemas hambaKu, kamu berada dalam hijabKu hingga tidak ada seorang
pun dapat melihatMu. Tidak ada seorang pun di antara Aku dan engkau
pada hari ini yang dapat mengintip dosa-dosamu selain Aku. Aku
memberimu ampun atas dosa-dosa itu cukup dengan satu hal dari semua
yang telah kau lakukan untukKu. Orang itu berkata, "Apa itu Tuhanku?"
Allah menjawab, "Engkau tidak pernah mengharap ampunan selain daripada
Aku." (Jami’ Al-Ulum wal Hikam, hal. 393).

Leave a Reply